Jakarta FC 1928 meraih kemenangan kedua saat menjadi tuan rumah untuk Aceh United di Stadion Lebakbulus, Jakarta Selatan, Minggu (27/2/2011). Mereka menang dengan skor 3-1. Kemenangan Jakarta FC sudah dimulai bahkan saat pertandingan baru berusia satu menit, melalui tendangan San San yang sempat mengenai badan seorang pemain lawan.
Aceh berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas Alain Nkong di menit 21, dan membuat kedua kesebelasan bermain sama kuat 1-1 sampai babak pertama selesai.
Emanuel de Porras, yang pekan lalu mencetak satu gol dalam debutnya bersama Jakarta FC 1928, kembali menorehkan gol untuk timnya tersebut di menit 70. H. Bayou memantapkan kemenangan tuan rumah di menit-menit terakhir.
Pertandingan ini berjalan keras dengan ditandai keluarnya lima kartu kuning dan satu kartu merah dari saku wasit asal Macedonia, Alexander Kovacevic. Yang diusir dari lapangan adalah Nkong menjelang akhir laga.
Seusai pertandingan, CEO Jakarta FC 1928, Hadi Basalamah mengatakan, salah satu kunci sukses timnya meraih poin penuh adalah perubahan formasi dari 4-4-2 menjadi 4-3-3. Skema rancangan pelatih Bambang Nurdiansyah itu dinilai ampuh meredam permainan Aceh yang memakai pola 4-1-4-1.
“Perubahan formasi ini membuat pemain kami banyak menguasai inisiatif penyerangan, dan menguasai bola pada babak kedua,” ujar Hadi. “Terus terang, kami tak ingin mengikuti irama permainan Aceh United yang berpusat pada pergerakan Pierre Njanka sebagai pemain bertahan energik. Karena itu, suplai bola Aceh United ke depan jadi macet. Terutama terjadi pada babak kedua.”
Hal yang agak disesalkan adalah ketenangan para pemain depan dalam menuntaskan peluang. Jika De Porras, Gustavo Ortiz dan Bayou tidak sering terburu-buru, bukan tidak mungkin Jakarta FC bisa menang lebih besar.
Dari kubu Aceh United, CEO Ari Wibowo menilai kelemahan timnya adalah stamina yang menurun di babak kedua, serta kelengahan dalam menghadapi serangan-serangan lawan.
“Babak pertama masih berimbang, sehingga berakhir 1-1. Tapi, pada babak kedua stamina para pemain kami drop, dan banyak kehilangan bola, serta lengah dalam bertahan. Maka dua gol Jakarta FC 1928 bisa tercipta pada babak kedua,” tukasnya.
Dengan kemenangannya yang kedua ini perolehan angka Jakarta FC 1928 menjadi sembilan dan mereka naik ke papan tengah. Sedangkan Aceh masih beredar di papan bawah, hanya meraih empat poin dari enam kali turun ke lapangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar