Federasi Asosiasi Sepakbola Internasional (FIFA) menyatakan keprihatinannya atas kisruh yang tengah melingkupi Persatuan sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Otoritas sepakbola sedunia itu meminta semua pihak menahan diri dan sama-sama mengembangkan suasana kondusif.
“FIFA tidak menyukai kondisi yang terjadi di Indonesia sekarang ini, mereka mengkhawatirkan perkembangannya akan sangat tidak menguntungkan buat kita,” ungkap Suryadharma “Dali” Tahir, anggota Komite Etik FIFA dari Indonesia, Minggu (27/2/2011), di Zurich, Swiss sebagaimana dikutip laman resmi PSSI, Senin (28/2/2011).
Menurut Dali Tahir, FIFA tengah memantau dengan seksama kondisi yang terjadi di Indonesia. FIFA menilai pernyataan Menpora Andi Alifian Mallarangeng yang mengecam keputusan verifikasi calon-calon Exco melalui Komite Pemilihan serta mengintimidasi Komite Banding dan mengancam membekukan PSSI sebagai intervensi pemerintah terhadap kedaulatan sepakbola.
“FIFA sangat menyayangkan pernyataan-pernyataan itu,” ujar Dali Tahir.
Menyikapi situasi yang terjadi di Indonesia, ujar Dali Tahir, FIFA sudah mengirim surat pada 24 Februari lalu yang antara lain memuat keprihatinan atas pernyataan-pernyataan keras pemerintah terhadap kebijakan organisasi PSSI.
“FIFA menginginkan semua pihak bisa berpikir jernih sehingga situasinya tidak malah bertambah rumit,” jelas Dali.
Surat FIFA pada 24 Februari ditandatangani oleh Sekjen FIFA Jerome Valcke. Surat ini dikirim sebagai balasan dari surat yang dikirim PSSI pada 22 Februari, sebagai laporan atas adanya pernyataan keras Menpora sehari sebelumnya (21/2/2011).
Dali Tahir menginformasikan perkembangan situasi di Indonesia akan menjadi salah satu agenda Sidang Komite Asosiasi FIFA di Zurich, Senin (1/3/2011) mulai pukul 16.00 waktu setempat (Selasa, 2/3/2011 pukul 01.00 WIB). Sidang Komite Asosiasi yang dipimpin Geoff Thompson (Inggris) itu membahas berbagai kondisi atau permasalahan yang tengah dialami negara-negara anggota FIFA di seluruh dunia. Karena membahas berbagai materi penting dan krusial, sidang Komite Asosiasi kerap juga disebut Komite Emergency.
Hasil sidang Komite Asosiasi selanjutnya menjadi bahan rekomendasi untuk dibawa ke pertemuan yang lebih tinggi, yakni sidang Komite Eksekutif (Exco) FIFA. Sidang Exco FIFA biasanya dipimpin Presiden FIFA Joseph S Blatter dan dihadiri sembilan wakil Presiden FIFA beserta 15 anggota Exco FIFA yang sebagian ialah perwakilan para ketua konfederasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar